Tempatnya Belajar dan Berbagi

Written By Unknown on Minggu, 17 November 2013 | Minggu, November 17, 2013

Tempatnya Belajar dan Berbagi


Kepada Yang Terhormat Umat Islam Di Indonesia

Posted: 15 Nov 2013 04:55 PM PST

Belakangan ini banyak sekali kejadian-kejadian di negara kita yang membuat saya merinding melihatnya. Mulai dari tragedi Cikuesik sampai Temanggung, saya tidak akan membahas masalah ini. Negara kita adalah negara yang mempunyai penganut Islam terbesar di dunia. Seharusnya kita dapat memberikan contoh kepada negara lain bagaimana membentuk sebuah masyarakat Islami yang menjunjung tinggi nilai kemanusian dan ketuhanan.

Saya teringat ilustrasi masyarakat Islami yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah diskusi agama di kampus, ketika saya masih menjadi mahasiswa. Seorang mukmin menurut Nabi harus hidup di tengah rekan-rekannya, ia memandang mereka tidak sebagai orang asing, tetapi sebagai bagian dari dirinya. Ketika tingkah laku orang lain membuatnya bahagia, maka ia harus menyadari dari hal ini apa yang akan membuat orang lain bahagia, dan bertindak menurutnya.

Sebaliknya, ketika ia merasa tertekan oleh tingkah laku orang lain, maka ia harus sadar betapa akan terganggunya orang lain jika kita melakukan hal yang sama, oleh karena itu ia berhati-hati untuk tidak memperlakukan orang lain demikian. Perasaan bagi satu sama lain dalam setiap komunitas Muslim harus begitu kuat sehingga keseluruhan kerangka sosial menjadi sebagaimana sebuah tubuh yang satu, artinya ketika salah satu tubuh merasakan sakit, maka bagian tubuh yang lain segera akan merasakannya juga. Dari sisi ini, kesukaran yang dialami oleh seorang Muslim dengan cepat akan menjalar pada Muslim yang lain yang mereka sendiri tidak akan merasakan tenang hingga mereka melepaskan saudaranya dari kesukaran itu.


Setiap Muslim harus siap untuk menolong satu sama lain pada saat dibutuhkan, seolah-olah mereka bertindak demi kepentingannya sendiri. Misalnya, ketika seseorang melihat orang terlantar dan miskin, maka ia harus berpikir seolah-olah ia sendiri, bukan orang lain. Dengan adanya perasaan ini di dalam hati seseorang, maka ia tidak dapat membiarkan begitu saja saudaranya berada dalam kesukaran. Semua perbuatan seseorang harus dilakukan dengan semangat kerendahan hati dan dengan kesadaran untuk berbuat adil bagi semua. Jika itu terjadi tidak akan ada lagi sikap arogan, menegaskan keunggulan seseorang atau bahkan merasa iri terhadap setiap orang yang lebih unggul dalam hal-hal tertentu.

Jika hal itu telah menjadi sikap yang menyeluruh, maka tidak ada seorang pun yang akan pernah berpikir boleh menumpahkan darah muslim yang lain, tidak peduli betapa besar kesalahan yang telah ditimbulkannya. Sebuah masyarakat dimana setiap orang berlaku adil kepada yang lainnya, dan terus berharap kebaikan bagi yang lainnya akan terikat menjadi sebuah kesatuan yang luar biasa. Semakin kuat suasana saling berniat baik, maka semakin tinggi tingkat persatuan.

Jika kita umpamakan para anggota masyarkat dari sebuah masyarakat Muslim sebagai batu-batu bata yang menyusun sebuah bangunan yang kokoh, maka kita melihat bagaimana tiap-tiap batu bata yang melekat kuat dengan batu bata yang lain. Tiap-tiap batu bata mungkin merupakan sebuah entitas yang terpisah, tetapi keterkaitannya dengan batu bata yang lain selalu dekat dan tidak pernah berada dalam konflik, merupakan keterkaitan yang saling membutuhkan dan harmoni. Inilah fungsi batu bata, tidak untuk menghancurkan bagunan, tetapi untuk memperkokohnya. Ia tidak berusaha untuk menentukan bangunan menurut gayanya sendiri, tetapi semata-mata mengikutkan dirinya ke dalam bentuk apa pun yang akan menghasilkan sebuah struktur yang kokoh dan tahan lama.

Apakah yang dibutuhkan agar masyarakat Islami semacam itu dapat terwujud? Jawabannya sederhana, yaitu orang-orang harus memiliki rasa takut kepada Tuhan. Rahasia dari seluruh kebaikan di dunia ini adalah perasaan takut kepada Tuhan, sementara ketiadaan perasaan takut ini menjadi akar dari seluruh kejelekan. Tidak ada pengendali yang lebih baik atas tindakan individu selain kesadaran bahwa Tuhan akan memanggilnya untuk dimintai pertanggungjawaban atas amal perbuatannya. Ketika manusia hampir dikuasai sejumlah insting-insting kebinatangan, atau ia merasa tergoda untuk menonjolkan dirinya dengan mengorbankan kehormatan, harga diri dan kepentingan personal orang lain. Hanya ada satu hal yag dapat mengendalikan dorongan-dorongan semacam itu sehingga ia tidak keluar dari jalan keadilan, yaitu keyakinan pasti bahwa segala persoalan akan dihakimi Tuhan dan tidak ada seorang pun yang dapat lepas dari siksa akibat perbuatan-perbuatan jeleknya.

Dalam rangka memperingati Maulud Nabi Besar Muhammad SAW saya berharap kepada yang terhormat umat Islam di Indonesia semua untuk selalu hidup rukun, untuk menyudahi pertikaian yang pernah ada, bukan hak kita untuk mengatakan seorang itu salah atau benar. Pertumpahan darah bukan jalan untuk menyelesaikan masalah. Jangan gampang terhasut oleh pihak-pihak yang berusaha untuk memecah belah persatuan, ingatlah selalu kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang hanya Dia yang berhak untuk mengadili umatnya.

Hidup Sesudah Mati

Posted: 15 Nov 2013 04:55 PM PST


Belakangan ini saya lagi nggak mood nulis tentang artikel tutorial blog. Saya kali ini akan berbagi sedikit pengetahuan saya tentang agama kepada teman-teman, yah sekalian ngisi blog ini yang sudah lama nggak saya urus. Artikel ini memang nggak ada hubungannya dengan judul blog, tapi daripada kosong mlompong......

Pertanyaan diatas mungkin secara samar muncul bahkan dalam pikiran orang-orang yang tidak memiliki keyakinan yang kuat terhadap kehidupan setelah kematian sebagai sebuah realitas sekalipun. Tetapi, kenyataanya masihlah tetap bahwa sedikit sekali orang-orang yang memberikan perhatian langsung mereka terhadap pertanyaan ini. Kenyataan bahwa kehidupan yang akan datang tidaklah menjadi subyek penelitian yang intens secara pasti menandakan bahwa orang-orang sadar atau di bawah sadar memiliki keraguan akan eksistensinya.

Namun, disini saya mencoba memberikan perhatian yang serius terhadap realitas ini. Ini tidaklah sulit untuk dipahami. Tuhan tidak memberitahukan kepada kita mengenai rahasia-rahasia hidup setelah mati. Namun lagi, Dia telah menyebarkan tanda-tanda-Nya di seluruh alam, dan menjadi tugas kita untuk menandainya, memikirkannya dengan sungguh-sungguh, dan melalui cara ini menemukan gambaran yang benar tentang esensi segala sesuatu. Sebenarnya, Jagad Raya adalah sebuah cermin dimana kita dapat melihat bayangan dunia yang akan datang.

Telah lazim bahwa manusia melewati sebuah keadaan awal hingga sampai pada keadaannya yang sekarang. Manusia berasal dari sebuah substansi yang tak terbentuk yang tumbuh di dalam rahim ibu hingga berkembang menjadi sebuah bentuk manusia yang sempurna, siap untuk memasuki dunia luar. Proses perubahan ini adalah sebuah kejadian yang biasa, sehingga kenapa harus sulit untuk memahami bagaimana partikel-partikel kecil tubuh kita, setelah berserakan di tanah, akan berbentuk manusia kembali?

Proses yang sama akan kembali berulang dalam sebuah urutan terbalik ketika kita mati. Partikel-partikel yang telah menyusun tubuh kita akan menjadi tersebar di bumi, air, udara dan kemudian, atas perintah Tuhan, mereka melanjutkan akan berkumpul kembali dan mengambil bentuk seorang manusia kembali. apa yang aneh dari sebuah kejadian yang secara konstan mengulangi dirinya sendiri?

Baik para kompasioner yang budiman, mari kita lihat dari sudut yang lain. Jika terdapat keraguan mengenai kehidupan setelah kematian, maka hal itu dikarenakan apa yang kita bayangkan didasarkan pada apa yang terjadi dalam eksistensi fisik kita saat ini. Kita melihat tubuh yang padat dan bergerak yang kita lihat sebagai esensi manusia, dan merasa heran bagaimana sesuatu yang mengambil bentuk ini dapat disusun dan dibangkitkan kembali ketika kita telah membusuk dan menyatu dengan tanah.

Kita perhatikan ketika kematian terjadi, manusia yang sebelumnya pandai berbiacara, selamanya menjadi diam, manusia yang sebelumnya dapat bergerak, menjadi kaku. Pada kenyataannya, seluruh kemampuan yang dimilikinya tidak lagi berfungsi. Tidak lama kemudian, ia dikuburkan, dikremasi atau dihanyutkan di sungai, sesuai dengan tradisi orang-orang yang bersangkutan. Beberapa hari kemudian, tubuh berubah menjadi partikel-partikel kecil dan bercampur dengan tanah atau air sehingga ia tidak legi dapat dilihat oleh pandangan manusia biasa.

Jelaslah, kehidupam bukanlah sesuatu yang sepenuhnya dapat lenyap. Sekali kita memahami bahwa ia adalah sesuatu yang abadi, maka kita dapat mengerti betapa masuk akalnya dan juga betapa alamiahnya teori �kehidupan setelah mati� itu. Fakta-fakta secara sederhana menunjukkan bahwa hidup tidak hanya terdiri dari apa yang dapat dilihat oleh tubuh manusia sebelum mati. Pastilah juga terdapat sebuah kehidupan setelah kematian. Jika akal manusia mengakui sifat kefanaan dari dunia ini, maka pemilik akal itu pastilah juga mengakuinya.

Ketika kita mati, kita tidak sedang menuju pada kelenyapan. Kita beristirahat untuk menempati dunia yang baru. Dunia saat ini tidak lain adalah persinggahan yang paling singkat dalam masa kehidupan kita yang tanpa akhir. Demikian tadi artikel kali ini yang menurut saya sangat gampang sekali untuk dipahami tidak seperti artikel sebelumnya.

Anda Tidak Akan Memahami Artikel Ini

Posted: 15 Nov 2013 04:55 PM PST


Jika saya memberikan sebuah artikel singkat kepada Anda, kemudian saya bilang, �Kamu belum bisa mengambil manfaat dari tulisan saya.� Anda mungkin akan berpikir, �Kurang ajar, dia menghinaku�..!!�

Jika saya memberikan sebuah artikel yang samar-samar orang akan membayangkan bahwa artikel itu berisi rahasia-rahasia aneh. Atau mereka sok pintar dengan berusaha memahaminya.

Tetapi jika saya memberikan sebuah artikel yang lengkap dan dapat dipahami, semua pembaca akan menyimak hal-hal yang dangkal dengan penuh semangat, sambil berkata �Betapa hebatnya, betapa mendalamnya.� Orang-orang akan mengikuti hal-hal lahiriah ini setelah saya pergi, dan menjadikan artikel itu sebagai sumber pengetahuan dan perdebatan. Mereka akan menganggapnya sebagai ilmu pendidikan, syair, puisi atau dongeng.

Hati Kita Menderita Sakit Kronis

Posted: 15 Nov 2013 04:56 PM PST

Mari kita perhatikan ke dalam, kita jenguk hati kita yang sedang berbaring tak berdaya. Disitu terlihat setan dengan leluasa memberikan wejangan dan petunjuk bagaimana berbuat keji dan munkar. Ia menuntun pikiran untuk menerawang ke angkasa, mengajak mi'raj ke angan-angan panjang dan melupakan-Nya, baik ketika badan sedang shalat, sedang berwudlu, membaca Al Qur'an ataupun ibadah yang lain.

Kita sudah beberapa kali mencoba menepis ajakan itu, namun kekuatan iblis memang luar biasa. Kita bukan tandingannya untuk melawan dan mengusirnya. Ia gaib dan lick, ia berjalan melalui aliran darah manusia, ia bisa menembus tembok ruang dan waktu, ia ada dalam pikiran, dan bahkan bersemayam di dalam hati manusia. ckup banyak usaha kita untuk melawannya namun gagal dan gagal lagi.

hati maskolis

Namun ada yang tidak mati, tidak tidur, dan tidak lalai, yaitu diri sejati yang selalu melihat keadaan hati yang sakit. Dialah Bashirah (QS. Al Qiyamah, 75 : 14). Dia tidak pernah bersekongkol dengan setan, dia yang mengetahui kebohongan hati, kejahatan, dan dia selalu mengikuti fitrah Allah. Kita harus mendengarkan suara dia yang selalu mengajak ke arah kebajikan. Ia sangat dekat dengan Allah, sangat patuh, penuh iman, ia berbicara menurut Allah (ilham), dan kedudukannya sangat tinggi di atas setan dan jin, sehingga mereka tidak bisa menembus untuk menggodanya (QS. As Shafaat, 37 : 8). Anda bisa merasakannya sekarang. Manakala anda berbohong, ia berkata lirih, "Kenapa kamu berbohong?" Ia tidak tidur tatkala kita tidur, ia melihat tatkala kita mimpi dikejar anjing, ia melihat ketika jin menggoda dan setan menyesatkan, namun hati tidak kuasa mengikuti kata bashirah yang oleh allah digelar "Roh-Ku".

Mari kita perbaiki hati kita dengan cara mendatangi Allah,kita serhkan persoalan ini, kerumitan hati yang selalu ragu-ragu, ketidakmampuan menahan syahwat yang bergolak keras. Allah sendiri yang akan memalingkan hati dari perbuatan keji dan mungkar sehingga terasa sekali sentuhan Ilahi, tatkala mengangkat kotoran hati dengan cara menggantikannya dengan perbuatan baik dan ikhlas.

Mungkin kita masih ragu, apa mungkin kita bisa mendapatkan burhan dan bimbingan Allah dalam menghindari perbuatan keji dan munkar? Mari kita hindari prasangka buruk terhadap Allah, kita timbulkan rasa percaya bahwa hanya Allah lah yang mampu memberikan hidayah dan bimbingan serta mencabut persoalan yang kita hadapai.

Sumber : Berguru Kepada Tuhan oleh Abu Sangkan

Kemarahan

Posted: 15 Nov 2013 04:55 PM PST


Dari sekian emosi-emosi manusia, emosi yang paling destruktif adalah kemarahan. Ia mencabik-cabik hubungan-hubungan manusiawi, merusak keharmonisan lingkungan dan menghancurkan seluruh komunitas. Haruslah diakui bahwa ia merupakan salah satu dari kekuatan-kekuatan jelek terburuk dalam masyarakat, dan yang demikian itu harus di kontrol dengan ketat.

Inilah emosi yang mempengaruhi seluruh umat manusia pada sepanjang masa, dan mengendalikannya sering kali menjadi persoalan yang paling sulit. Kemarahan dapat menjadi begitu buta sehingga ia menyebabkan seseorang melupakan seluruh tata susila, sehingga ia tidak segan-segan untuk mencemooh, melukai, bahkan membunuh musuh. Ia merendahkan dirinya dengan menggunakan bahasa yang kotor, kasar bahkan meledak-ledak, kesemuanya demi untuk mengalahkan musuhnya baik melalui perkataan maupun fisik.

Kemarahan menjadikannya buta bahwa dengan berbuat demikian, ia telah merendahkan dirinya sebagaimana ia merendahkan obyek yang menjadi kemarahannya. Dan bukan hanya orang yang picik, egois atau berakhlak jelek yang dikuasai oleh dorongan terkutuk semacam itu, tetapi juga anggota masyarakat yang bermoral baik dan secara sosial tidak tercela.

Kemarahan memberikan kekuatan semu sementara, tetapi pada kenyataannya ia memperlemah, merendahkan dan menghancurkan. orang yang berakhlak hina benar-benar dikotori oleh ledakan kemarahan yang datang dengan tiba-tiba, sebab itulah apa apa yang menyebabkan seseorang melupakan seluruh ajaran-ajaran moralnya dan melepaskan seluruh prinsip-prinsipnya, Bukan tanpa alasan baik jika Nabi bersabda, �Orang yang kuat bukanlah orang yang dapat mengalahkan lawannya. Orang yang kuat adalah orang yang dapat menguasai dirinya ketika sedang marah.�

0 komentar:

Posting Komentar